Pesta debut global Omoda O4 di Indonesia tak hanya menandai kehadiran satu SUV listrik baru, tetapi juga menjadi momentum penting bagi Omoda & Jaecoo di pasar domestik. Model ini diklaim sebagai mobil AI produksi massal pertama yang diperkenalkan ke publik dunia, dan Indonesia dipilih sebagai negara pertama untuk peluncurannya.

Desain dan Dimensi

Omoda O4 mengusung bahasa desain yang disebut pabrikan sebagai "Cyber Mecha", dengan garis bodi tegas bergaya sporty. Beberapa detail dimensinya:

  • Panjang 4.420 mm, lebar 1.870 mm, tinggi 1.570 mm
  • Pelek berukuran 18 inci

Jantung Penggerak

Sebagai SUV listrik, O4 dibekali:

  • Baterai berkapasitas 65,05 kWh
  • Klaim jarak tempuh lebih dari 500 km dalam sekali pengisian daya
  • Motor listrik bertenaga 160 kW atau sekitar 214 hp
  • Torsi 275 Nm

Angka jarak tempuh di atas 500 km tergolong kompetitif untuk SUV listrik di kelasnya, meski hasil aktualnya di kondisi jalan Indonesia tentu perlu dibuktikan lebih lanjut.

Kabin yang Diklaim "Mengerti" Penggunanya

Predikat mobil AI pada O4 bukan sekadar embel-embel pemasaran. Beberapa fitur kabin yang dibawanya:

  • Layar hiburan 13,2 inci dipadukan panel instrumen digital 8,8 inci
  • Sistem audio delapan speaker plus external speaker
  • Panoramic sunroof
  • AI Voice Command yang diklaim mampu memahami maksud dan kebutuhan pengguna, bukan sekadar menjalankan perintah suara biasa
  • Kursi depan elektrik dengan fitur ventilasi
  • 18 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) dan enam airbag

CEO Omoda & Jaecoo International, Shawn Xu, menyebut pemilihan Indonesia sebagai lokasi debut global bukan tanpa alasan. Menurutnya, keputusan ini mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap potensi pasar Indonesia, sekaligus anggapan bahwa konsumen di sini siap memasuki era mobilitas cerdas berbasis AI.

Harga Masih Jadi Tanda Tanya

Satu hal penting yang perlu digarisbawahi calon pembeli: hingga debut globalnya diumumkan, Omoda belum merilis harga resmi O4 untuk pasar Indonesia. Perusahaan diperkirakan baru akan mengungkapkan banderol harganya pada ajang GIIAS 2026.

Dengan fitur sekomplet ini, wajar jika publik penasaran dengan posisi harga O4 nantinya — apakah akan bermain di segmen yang kompetitif atau justru masuk kategori premium. Sampai pengumuman resmi tiba, calon pembeli disarankan menahan diri dari estimasi harga yang belum terkonfirmasi dan menunggu kepastian dari pabrikan langsung.